Tampilkan postingan dengan label ALAT KOPI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ALAT KOPI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 September 2016

Vietnam Coffee Drip

Secara teknis, vietnam drip klasik ini mirip dengan French Press, yakni sama-sama menggunakan efek tekanan untuk mendapatkan seduhan sari kopi. Bedanya, French Press tidak menerapkan sistem tetes melainkan tetap pada wadah yang sama

Seperti Indonesia, Viet Nam adalah salah satu negara penghasil kopi di Asia Tenggara. Viet Nam juga mengekspor kopi ke seluruh dunia karena kopi yang dihasilkan negaranya terkenal berkualitas baik dan mampu dinikmati pecinta kopi di dunia.
Asal mula kopi masuk ke Viet Nam tak bisa lepas dari peran seorang pastur asal Perancis yang membawa bibit pohon dari kopi Arabika pada tahun 1857. Tak lama setelah kedatangan pastur tersebut, Viet Nam mulai menanam pohon kopi di daerah dataran tinggi (centre highlands) yaitu di daerah Buon Ma Tuot yang sampai sekarang merupakan wilayah penghasil kopi terbaik di seantero Viet Nam.

Vietnamese Coffee sendiri dalam Bahasa Viet Nam adalah “cà phê sữa nóng” yang berarti brown dark coffee with milk. Sedangkan Vietnamese Dripper yang digunakan untuk membuat kopinya disebut “cà phê phin”. Beberapa sumber juga mengatakan bahwa metal dripper ini diperkenalkan oleh orang Perancis yang datang ke Viet Nam.
Kehadiran Vietnamese Drip Coffee yang menggunakan sweetened condensed milk (susu kental manis) ternyata memiliki sejarah pula. Pada masanya, Viet Nam kesulitan menemukan susu segar untuk dikonsumsi dan untuk menggantik krim dan susu sebagai campuran kopi, masyarakat masa itu menggunakan susu kental manis. Budaya minum kopi dengan campuran susu kental manis itu dilakukan turun temurun hingga saat ini.



French Press

Pada jaman dahulu kala, ada seorang lelaki tua yang hidup di Provence. Lelaki tua ini selalu berjalan mendaki bukit setiap hari, untuk menghindari istrinya yang cerewet, dengan membawa sejumlah makanan, kayu, dan pot kopi.
Pada suatu hari, ketika sedang membuat kopi, lelaki tua ini lupa memasukkan bubuk kopi ke dalam pot kopinya, dan dia baru sadar ketika airnya mulai mendidih. Seketika itu juga, dia langsung mengangkat pot itu dari api dan menambahkan bubuk kopi. Dia tidak tahu, bahwa cara ini akan membuat bubuk kopinya mengambang di atas pot. Tentu saja, akhirnya kopi itu tidak jadi ia minum.
Tiba-tiba muncul seorang pedagang, dan salah satu barang yang dibawanya adalah lempengan logam. Lelaki tua itu lalu membelinya dari si pedagang dan memasukkan ke dalam pot kopinya. Dengan bantuan sebuah tongkat kecil, dia mendorong lempengan logam itu ke dasar pot. Dan ternyata, rasa kopinya jadi sangat enak. Keduanya lalu membuka pabrik pot kopi.

Itulah legenda cafetiere atau French press, salah satu alat membuat kopi yang kita kenal hingga sekarang. Tapi sejarah punya cerita yang lain. Cafetiere ini dipatenkan oleh dua orang Prancis, Mayer dan Delforge, pada tahun 1852. Desain mereka sangat sederhana, tapi bentuknya belum sempurna.

 French Press mempunyai nama lain Plunger atau Cafetiere. Metode French Press mengekstrak paling banyak cita rasa yang terdapat di dalam kopi bubuk dan metode ini merupakan cara kedua yang paling populer. Harga alatnya juga terjangkau dan dapat diperoleh di mana-mana
Cara pembuatan :
Pastikan French Press Coffee Maker dalam keadaan bersih, Tuangkan kopi secukupnya kedalam French Press, Masak air hingga mendidih, diamkan selama 1 menit, Tuangkan air mendidih yang telah didiamkan tersebut kedalam French Press Coffee Maker, Tuangkan air dari teko dengan posisi yang agak tinggi, ini akan menghasilkan gelembung air yang membuat aroma kopi menjadi lebih maksimal, Aduk kopi selama 30 detik s/d 1 menit. Waktu selama ini akan membuat aroma dan rasa kopi menjadi lebih menyatu dan lebih nikmat, Tekan kopi yang telah diaduk menggunakan tutup French Press secara perlahan, Tuangkan ke dalam cangkir secara perlahan dari posisi mendekati cangkir hingga dinaikkan sampai agak tinggi, Nikmati tanpa gula.


Kamis, 08 September 2016

V60 Coffee

Alat untuk menyeduk kopi yang salah satunya adalah V60 Hario merupakan alat seduh kopi dengan bentuk kerucut pada bagian bawahnya. Selain berbahan dasar keramik, alat ini juga ada yang terbuat dari kaca, metal maupun plastik sehingga bentuknya persis seperti cangkir biasa yang digunakan untuk teh ataupun kopi itu sendiri. Jika dilihat pada bagian atas alat seduh kopi tersebut biasanya dilengkapi dengan motif spiral yang membuat alat ini tampak unik dan berkesan. Selain itu, alat seduh kopi dari Hario ini memiliki bentuk dan desain yang kokoh dan dapat menyimpan panas lebih lama.


Alat untuk menyeduh kopi Hario dengan tipe V60 merupakan alat seduh kopi asal negeri Sakura, Jepang. Alat ini memang belum banyak dijual di Indonesia, namun yang memnggunakan alat tersebut kini berjumlah banyak. Tidak hanya kafe-kafe yang menjual dan menyajikan kopi saja yang menggunakan alat tersebut untuk menyeduh kopinya, tapi kini alat tersebut sudah banyak digunakan oleh para pecinta kopi untuk menyeduh kopi di rumahnya. Alat ini kini memiliki tempat tersendiri dan penggemar sendiri di kalangan pecinta kopi di Indonesia.

Syphon


Syphon adalah alat yang biasanya paling banyak digemari oleh para pecinta kopi. Banyak dan sering kali dimanapun kita jumpai Caffee atau tempat nongkrong anak muda jaman sekarang yang sudah memakai alat ini untuk membuat kopi. Biasanya alat ini cocok untuk olahan kopi ARABIKA .

Syphon bekerja dengan menggunakan teknik suction yang dihasilkan oleh uap panas . Tekanan ini mengakibatkan aliran air naik ke atas melewati filter dan membasahi kopi dalam proses brewing. Air kopi akan ter-filter dan turun ke bawah karena ketiadaan tekanan manakala sumber pemanasnya dimatikan. Filter yang berada tepat di bagian tengah akan berfungsi sebagai penyaring ampas kopi. Biasanya filter terbuat dari kain flanel yang bisa dibersihakan dan dipakai berulang-ulang walau lama kelamaan warnanya akan kuning kecoklatan. Alasan inilah yang menjadi sebab utama saya agan sungkan melakukan ulasan syphon.

Tentu saja diperlukan kehatia-hatian ekstra karena benda bulat lonjong ini tentu saja mudah pecah. Sudah ada sejak akhir abad ke-19  Alatnya terdiri dari empat bagian utama yaitu :
1. Dua tabung atas dan bawah
2. Pipa yang mengalirkan air dari tabung bagian bawah ke atas
3. Filter untuk menyaring ampas kopi,
4. Terakhir adalah pemanasnya itu sendiri.